Postingan

Maafkan fungsi hati yang hanya mampu merasa, ia tidak mengerti benar atau salahnya suatu perkara.

Gambar
Dear Sahabatku Dear Sahabatku.... Mengenai laki-laki yang sering kamu ceritakan kepadaku. Laki-laki yang katanya sering memenuhi hati dan pikiranmu di mana pun kamu berada. Apa laki-laki yang kemarin-kemarin kamu ceritakan, masih dengan sikap yang sama terhadapmu ? Jauh dari Ketidakjelasan!. Sahabatku, Apa yang harus di nanti dari hati yang masih jauh dari Kepastian ? Apa yang harus diharapkan dari hati yang sedikit pun tidak pernah memikirkan dan mengharapkan ? Kamu berani mengabaikan banyak hati yang siap menggenapi hanya untuk satu hati yang tidak pernah pasti. Kamu yakin sahabatku ? masih akan terus menunggu dia yang kamu sukai, dia yang seperti itu? Yang tidak sedikit pun terlihat tindakannya untuk siap menggenapimu. Bukannya dia masih terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Dan sahabatku, terkadang kita hanya mampu menerka, menduga juga mengira-ngira. Membuat hipotesis hanya dari satu sisi hati, tepatnya Hatimu sahabatku. Hati yang tengah jatuh k...

Surat-Surat Yang Tak sampai

Gambar
Teruntuk Laki-laki yang aku hormati layaknya Ayah ku sendiri. Assalamu’allaikum Pak... (Begitulah panggilan akrabku untuk Ayah dari laki-laki yang tengah aku kagumi) Perihal restumu untuk aku dan anak laki-lakimu Terima kasih, Bapak sudah mempercayaiku. Memberikan restu untuk aku bisa menjadi bagian dari keluargamu, dengan harapan aku bisa menjadi menantumu. Hanya saja Pak, tidak banyak yang bisa aku lakukan kecuali hanya menunggu. Menunggu anak laki-laki mu mengusahakan ku, memintaku untuk bisa menjadi makmum dalam shalat dan kehidupannya kelak-nanti. Tapi bila ia tidak memintaku, maafkan aku. Mungkin memang bukan jalannya, mungkin memang bukan takdirnya aku bisa menjadi menantumu. Aku tidak bisa memaksa anak laki-lakimu. Aku tidak bisa menolak pun tidak akan bisa menghindari takdir yang sudah menjadi ketentuan dan ketetapan-Nya. Tapi, yakinlah Pak. Semua yang terjadi memang terbaik untuk diri kita. Aku tidak akan menyesal mengenal Kalian, Bapak dan selu...