Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Surat Yang Tak Sampai

Surat ini tak akan pernah sampai kepada yang aku tuju, Ibu mu. Karena memang aku hanya mampu ungkapkan segala yang aku rasakan lewat surat ini.     Much Thanks -Teruntuk Ibu mu (?) Assalamu’alaikum bu J semoga ibu sehat selalu dan terus berada dalam Lindungan-Nya Amin... ku sampaikan segala hormat ku teruntuk ibu. Maafkan aku jadi wanita yang harus jujur kepada mu. Perihal anak laki-laki mu Ibu, aku sungguh di buat jatuh hati oleh anakmu. Dengan melihat senyumnya saja aku sering di buat bahagia karenanya. Memang kita pun jarang bertatap muka dengan jarak yang dekat ataupun dengan waktu yang lama, tapi dengan melihatnya dari jauh saja kadang memang sudah menyenangkan hati. Aku suka cara seperti ini (menatapnya dari jauh dengan hitungan waktu beberapa detik), agar kita tetap saling menjaga. Mata dan senyumnya yang sungguh menawan bu. Dia juga terlihat sebagai laki-laki yang gigih , bertanggung jawab juga baik hati, terutama perihal kedekatan ia terhadap Tuhann...

MELUPAKAN

Gambar
MELUPAKAN     “Kak, kenapa sih aku selalu terbayang dia? Aku nggak bisa lupain dia.” Ra menghampiri kakaknya yang tengah asyik membaca buku. Vivian menutup bukunya, mendengarkan cerita adiknya. “Heheheheee. Kakak mau ketawa dulu ya, Ra.” “Huh, aku udah lupain dia, Kak. Tapi hatiku masih inget terus sama dia. Kenapa Allah memisahkan tapi masih membiarkan hatiku ada namanya? Itu artinya Allah masih mengizinkan aku mencintainya kan?” “Eits, kok gitu? Coba ditangkap dengan benar sinyal dari Allah. Kakak tahu persis rasanya susah melupakan karena kakak pun pernah ada di posisi itu. Tapi apakah lantas Kakak jatuh dan membiarkan diri Kakak larut dalam drama patah hati nggak jelas? BIG NO!” Ra terdiam, wajahnya masih kesal. Dia sedikit kecewa dengan respon kakaknya. Tapi ia memutuskan untuk tetap mendengarkan nasihat kakaknya. “Sempet sih galau, rasanya jatuh, tapi Kakak bangkit. KAKAK MEMUTUSKAN MENGGUNAKAN ENERGI ITU UNTUK BERKARYA. ...