Kepada Kamu (Hati yang Patah)
Apakah detik ini final semua keputusan yang menggantung di hari-hari kemarin.? Harus mundur-menyerah. Dengan mau tidak mau. Begitu kerasnya berjuang,berusaha mematikan satu hati agar menyerah lalu pergi meninggalkan. Haruskah sepicik itu menghargai hati yang berusaha menghidupkan jiwa, yang katanya semua rasanya telah mati?! tidak kah ada cara lain? apakah semua ini fear? kenapa ego mu begitu tinggi? kenapa kamu tidak membiarkan Ia yang datang untuk terus melanjukan usahanya dalam menyembuhkan segala luka-lukamu? kamu harus bertanggung jawab utuk deretan tanda tanya ini. Apa memang semua rasa yang kamu punya sudah benar tidak berfungsi? sedikitpun kamu tidak bisa menengok Ia yang selalu meyakinkan kamu, Ia yang selama ini berusaha untuk terus bisa berjalan berdampingan dengan mu, Ia yang berusaha terus mengulurkan tangan tanpa harus kamu teriak memanggil namanya disaat kamu terjatuh. Apa benar sedikitpun tidak ada rasa yang menggugah hati mu? detik di waktu kemarin yang sudah ...