Surat Yang Tak Sampai
Surat ini tak akan pernah sampai kepada yang aku tuju, Ibu mu.
Karena memang aku hanya mampu ungkapkan segala yang aku rasakan lewat surat
ini.
Much Thanks -Teruntuk Ibu mu (?)
Assalamu’alaikum bu J semoga ibu sehat selalu dan terus
berada dalam Lindungan-Nya Amin... ku sampaikan segala hormat ku teruntuk ibu.
Maafkan aku jadi wanita yang harus jujur kepada mu.
Perihal anak laki-laki mu Ibu, aku
sungguh di buat jatuh hati oleh anakmu. Dengan melihat senyumnya saja aku
sering di buat bahagia karenanya. Memang kita pun jarang bertatap muka dengan
jarak yang dekat ataupun dengan waktu yang lama, tapi dengan melihatnya dari
jauh saja kadang memang sudah menyenangkan hati. Aku suka cara seperti ini
(menatapnya dari jauh dengan hitungan waktu beberapa detik), agar kita tetap
saling menjaga. Mata dan senyumnya yang sungguh menawan bu. Dia juga terlihat
sebagai laki-laki yang gigih , bertanggung jawab juga baik hati, terutama
perihal kedekatan ia terhadap Tuhannya. Dan itu bukan penilaianku saja, banyak
yang sudah membicarakannya pun memang ia demikian adanya. Hal itu membuatku
berulang kali jatuh hati kepadanya. Dan bu, dia pun amat sangat sederhana, aku
tahu dia anakmu, ya siapa sih yang tidak tahu sosok mu bu, banyak orang yang
menyeganimu tapi memang anak mu hampir sama persis seperti mu, tetap rendah
hati dan tidak pernah menyombongkan diri, mau berteman dengan siapa saja.
Maafkan aku untuk hal ini bu. Tapi biarkan aku hanya mengagumi sosok anak mu
yang seperti itu, biarkan segala rasa yang di anugerahkan oleh Tuhan ku untuk
hatiku ini mengajarkan ku banyak hal. Aku pun tidak ingin terlalu banyak
berharap. Aku tahu diri, siapa dia beserta ibu dengan seluruh keluarga ibu. Aku
tidak akan pernah berani meminta lebih jika dia anak mu tidak mengharapkanku, tidak
meminta diriku kepada keluarga ku. Aku sadar kodrat ku sebagai perempuan bu.
Aku hanya ingin menunggu siapa pun yang berusaha mengusahakan ku, untuk
mengambil alih seluruh tanggung jawabku dari orang tuaku kelak nanti. aku pun
tidak peranah tahu siapa yang akan menjadi imamku kelak nanti, biarkan aku
belajar menata segala harapanku atas anak laki-lakimu ini. Karena aku yakin
semua sudah ada ketentuan dan
ketetapan-Nya, InsyaAllah aku tidak akan pernah khawatir itu bu. Terima kasih
bu, engkau telah membesarkan anak laki-laki yang seperti dia, laki-laki yang
berakhlak baik dan bersifat gigih, juga
bertanggung jawab. Semoga dia tetap istikomah dengan akhlakul karimahnya. Amin
Indramayu, 17 Maret 2017
Indramayu, 17 Maret 2017
Tertanda
Komentar
Posting Komentar