Surat Tanpa Penerima






Surat Tanpa Penerima

Kepada kamu,
Perihal Waktu dan Kita
Lewat surat ini kusampaikan hal yang memang mulai mengganggu pikiranku.
Aku mulai terlalu lelah dengan segala bentuk fitnah yang menderaku
Bahkan terkadang, fitnah yang aku ciptakan sendiri
Dengan aku yang seringnya tak pernah sadar telah melakukannya.
Terlalu banyak kutemui penguji-Nya
Membuat diri  tak pernah luput dari amarah,
Hampir selalu ku abaikan logika ku, menganggap benar apa yang sebenarnya salah
Terkadang ku hanya rindu sosok dirimu
Hadirnya kamu, yang kan mampu mendamaikan hatiku,
Membuat diri lebih terjaga dari segala bentuk fitnah mereka
Sandaran hangat tempat ku tuangkan keluh kesahku.

Pertanyaan tentang mu,tentang kedatanganmu
Terkadang membuat nadiku tak bekerja sesuai fungsinya
Tak banyak yang mampu ku jawab.
Setengah keyakinanku Ku ucapkan
“Insya Allah, mungkin nanti. semoga-secepatnya”
Tidak kah engkau lelah mencari ku?
Seperti aku yang mulai lelah menunggu mu.
Masih harus berapa ribu Mil lagi kah jarak yang harus engkau tempuh
Untuk menemukanku
Apakah waktu begitu cemburu, bila kita harus cepat bersatu?
Pintaku, jangan pernah mundur se inci pun kamu untuk mencari ku.
Seperti aku yang akan tetap selalu berusaha setia menunggu.
Sampai waktu senada dengan takdir yang kelak Allah tunjukkan untuk ku,
Untuk kita,berdua-bersama.
                                                                                Indramayu, 17 Juni 2017
                                                                                           Tertanda

                                                                                       Penata Harapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Yang Tak Sampai

MELUPAKAN

Surat-Surat Yang Tak sampai